a. Menajamkan Pisau Dan Memperlakukan Binatang Kurban Dengan Baik
Rasulullah bersabda (artinya): “Sesungguhnya Allah mewajibkan
perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka
bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika
kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik pula.
Hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan
menyenangkan (tidak menyiksa) sesembelihannya.” (H.R. Muslim)
b. Menjauhkan Pisaunya Dari Pandangan Binatang Kurban
Cara ini seperti yang diceritakan Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa
Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya didekat
leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisaunya. Binatang itu
pun melirik kepadanya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau
tidak menajamkannya sebelum ini (sebelum dibaringkan, pen)?! Apakah
engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (H.R. Ath Thabrani
dengan sanad shahih)
c. Menghadapkan Binatang Kurban Kearah Kiblat
Sebagaimana hal ini pernah dilakukan Ibnu Umar Radhiallahu’anhu dengan sanad yang shahih.
d. Tata Cara Menyembelih Unta, Sapi, Kambing Atau Domba
Apabila sesembelihannya berupa unta, maka hendaknya kaki kiri
depannya diikat sehingga dia berdiri dengan tiga kaki. Namun bila tidak
mampu maka boleh dibaringkan dan diikat. Setelah itu antara pangkal
leher dengan dada ditusuk dengan tombak, pisau, pedang atau apa saja
yang dapat mengalirkan darahnya.
Sedangkan bila sesembelihannya
berupa sapi, kambing atau domba maka dibaringkan pada sisi kirinya,
kemudian penyembelih meletakkan kakinya pada bagian kanan leher binatang
tersebut. Seiring dengan itu dia memegang kepalanya dan
membiarkan keempat kakinya bergerak lalu menyembelihnya pada bagian
atas dari leher. (Asy Syarhul Mumti’ 7/478-480 dengan beberapa tambahan)
e. Berdoa Sebelum Menyembelih
Lafadz doa tersebut adalah:
- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ
“Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar.” (H.R. Muslim)
- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ
“Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar, Ya Allah ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu.” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)
Tidak Memberi Upah Sedikitpun Kepada Penyembelih Dari Binatang Sembelihannya
Larangan ini dipaparkan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu: “Aku
pernah diperintah Rasulullah untuk mengurus kurban-kurban beliau dan
membagikan apa yang kurban itu pakai (pelana dan sejenisnya pen) serta
kulitnya. Dan aku juga diperintah untuk tidak memberi sesuatu apapun dari kurban tersebut (sebagai upah) kepada penyembelihnya. Kemudian beliau mengatakan: “Kami yang akan memberinya dari apa yang ada pada kami.” (Mutafaqun ‘alaihi)
Boleh Memanfaatkan Sesuatu Dari Binatang Kurban
Diperbolehkan untuk memanfaatkan sesuatu dari binatang tersebut seperti kulit untuk sepatu, tas, tanduk untuk perhiasan dan lain sebagainya. Hal ini didasarkan hadits Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu tadi.
Tidak Boleh Menjual Sesuatupun Dari Binatang Kurban
Larangan ini berlaku untuk seorang yang berkurban, dikarenakan
menjual sesuatu dari kurban tersebut keadaannya seperti mengambil
kembali sesuatu yang telah disedekahkan, yang memang dilarang Rasulullah
. Beliau bersabda (artinya):
“Permisalan seseorang yang mengambil kembali sedekahnya seperti anjing yang muntah kemudian menjilatinya lalu menelannya.” (H.R. Muslim dan Al Bukhari dengan lafadz yang hampir sama)
Disyariatkan Pemilik Kurban Memakan Daging Kurbannya
Diantara dalil yang mendasari perbuatan ini secara mutlak (tanpa ada batasan waktu) adalah firman Allah (yang artinya):
“Maka makanlah daging-daging binatang tersebut dan berilah makan kepada orang fakir.” (Al Hajj : 28)
Demikian juga sabda Nabi (yang artinya):
“Makanlah kalian, berilah makan (baik sebagai sedekah kepada
fakir atau hadiah kepada orang kaya) dan simpanlah (untuk kalian
sendiri).” (H.R. Bukhari)
Adapun ketentuan jumlah yang dimakan, diinfaqkan maupun yang disimpan
maka tidak ada dalil yang sah tentang hal itu. Wallahu a’lam. Hanya
saja, alangkah mulianya apa yang pernah dikerjakan Rasulullah ketika
beliau hanya mengambil sebagian saja dari kurban sebanyak 100 unta.
(H.R. Muslim)
Sumber : http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/22/tata-cara-menyembelih-hewan-kurban/
Rabu, 17 Oktober 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar